
SERAYUNEWS – Sebanyak 168 pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) dari 24 kecamatan di Kabupaten Cilacap resmi dilantik di halaman Klinik Pratama Rawat Inap PMI, Desa Slarang, Kecamatan Kesugihan, Kamis (16/4/2026). Usai dilantik, para pengurus diminta tidak berlama-lama beradaptasi dan segera turun bekerja untuk menjalankan misi kemanusiaan.
Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Cilacap, Farid Ma’ruf. Dalam struktur kepengurusan yang baru, posisi yang dilantik meliputi ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara hingga anggota di masing-masing kecamatan.
Farid menegaskan, para pengurus harus sigap menghadapi berbagai potensi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Meski sudah memasuki musim kemarau, intensitas hujan masih cukup tinggi di sejumlah wilayah.
“Saya harapkan setelah dilantik, para pengurus ini bisa langsung bekerja. Kondisi cuaca saat ini masih berpotensi menimbulkan bencana, sehingga harus kita antisipasi sejak dini,” ujarnya.
Selain itu, PMI juga diminta mulai bersiap menghadapi tantangan lain saat musim kemarau, yakni potensi krisis air bersih di sejumlah daerah. Farid menyebut, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk membantu masyarakat, termasuk penyediaan armada tangki air.
Untuk mendukung kinerja para pengurus di tingkat kecamatan, PMI Kabupaten Cilacap memberikan dana stimulan sebesar Rp1,5 juta untuk masing-masing kecamatan. Bantuan ini diharapkan dapat menunjang operasional awal serta mempercepat respons dalam penanganan kondisi darurat.
“Dengan adanya stimulan ini, kami ingin mereka bisa bergerak lebih cepat dan menjadi garda terdepan dalam setiap penanganan bencana. Jika ada kejadian, harus segera ditangani,” jelas Farid.
Tak hanya itu, PMI juga akan menyalurkan bantuan logistik berupa sembako bagi masyarakat terdampak bencana sebagai bagian dari upaya meringankan beban warga.
Di sisi lain, PMI Cilacap telah menyiapkan agenda lanjutan berupa orientasi dan pembekalan bagi seluruh pengurus baru yang dijadwalkan berlangsung pada Mei mendatang. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman terkait tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing pengurus.
Farid mengakui, tidak semua pengurus memahami secara detail peran dan tanggung jawab mereka di PMI. Oleh karena itu, pembekalan dinilai penting agar kinerja organisasi semakin optimal.
“Setelah orientasi nanti, mereka diharapkan benar-benar memahami tugasnya masing-masing dan bisa menjalankan tanggung jawab dengan baik,” tandasnya.