
SERAYUNEWS — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengakselerasi program Kecamatan Berdaya dengan menggalang komitmen ratusan camat di seluruh wilayah.
Sebanyak 576 camat bersama bupati dan wali kota se-Jawa Tengah menandatangani pakta integritas di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, sebagai langkah awal memperkuat implementasi program berbasis kecamatan.
“Hari ini kita kumpulkan untuk melakukan pakta integritas terkait pembentukan Kecamatan Berdaya,” ujar Luthfi.
Program Kecamatan Berdaya dirancang sebagai upaya terintegrasi untuk mendorong pemberdayaan masyarakat di tingkat kecamatan.
Kelompok sasaran meliputi pemuda, penyandang disabilitas, serta perempuan rentan yang belum mandiri secara ekonomi. Mereka akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah.
“Pemuda, penyandang disabilitas, hingga perempuan rentan akan diberikan pelatihan sesuai kebutuhan agar lebih mandiri,” katanya.
Luthfi menegaskan, intervensi melalui program ini diharapkan mampu menekan angka pengangguran sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Untuk mempercepat pelaksanaan, pemerintah kabupaten dan kota diminta segera menetapkan kecamatan sasaran melalui surat keputusan kepala daerah.
“Setelah penetapan lokasi, dinas terkait menyusun rencana aksi agar program berjalan terarah,” katanya.
Program Kecamatan Berdaya merupakan bagian dari 22 program intervensi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Hingga 11 April 2026, dukungan anggaran kolaboratif untuk program ini telah melampaui Rp131 miliar, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendorong pembangunan berbasis wilayah.
Melalui program ini, Pemprov Jawa Tengah ingin mentransformasi peran kecamatan, tidak hanya sebagai wilayah administratif, tetapi juga sebagai pusat pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi, dan perlindungan sosial.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat pembangunan dari tingkat bawah sekaligus menciptakan masyarakat yang lebih mandiri dan berdaya.