
SERAYUNEWS– Momen ujian sekolah hingga UTBK sering menjadi fase penuh tekanan bagi anak dan orang tua.
Tidak hanya belajar keras, banyak orang tua kini memperkuat ikhtiar dengan doa berbahasa Arab yang diyakini lebih utama karena bersumber dari Al-Qur’an dan hadis.
Keyakinan ini muncul karena doa orang tua termasuk doa mustajab yang tidak terhalang.
Saat anak menghadapi ujian, doa dalam bahasa Arab kerap diamalkan karena memiliki makna mendalam sekaligus menjadi bagian dari sunnah yang diajarkan dalam Islam.
Selain itu, amalan berupa zikir dan wirid berbahasa Arab juga dipercaya membantu membuka kemudahan, menenangkan hati, serta meningkatkan fokus anak saat mengerjakan soal ujian. Melansir berbagai sumber, berikut Serayunews sajikan ulasannya:
Doa yang dipanjatkan orang tua memiliki keistimewaan tersendiri dalam Islam. Ketika doa tersebut menggunakan bahasa Arab yang berasal dari ajaran Nabi, nilai spiritualnya diyakini semakin kuat.
Bahasa Arab dalam doa juga menjaga keaslian makna, sehingga permohonan yang disampaikan lebih sesuai dengan tuntunan syariat. Hal ini menjadi alasan banyak orang tua memilih doa-doa berbahasa Arab saat anak menghadapi ujian penting.
Salah satu doa paling populer yang diamalkan adalah doa memohon kemudahan:
اللَّهُمَّ لَا سَهْلَ إِلَّا مَا جَعَلْتَهُ سَهْلًا، وَأَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلًا
Artinya:
“Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau jadikan mudah, dan Engkau dapat menjadikan kesulitan menjadi mudah jika Engkau kehendaki.”
Doa ini sangat dianjurkan dibaca sebelum dan selama anak menghadapi ujian.
Orang tua juga bisa mengamalkan doa agar anak diberi kecerdasan dan kemudahan memahami soal:
رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
Artinya:
“Ya Tuhanku, tambahkanlah aku ilmu.”
Doa ini sederhana namun memiliki makna kuat untuk meningkatkan kemampuan belajar anak.
Berikut doa lain yang bisa diamalkan:
اللَّهُمَّ افْتَحْ عَلَيْهِ فُتُوحَ الْعَارِفِينَ
Artinya:
“Ya Allah, bukakanlah untuknya (anakku) pintu-pintu pemahaman seperti orang-orang yang berilmu.”
Doa ini sering dibaca oleh orang tua agar anak lebih mudah memahami soal ujian.
Selain doa, orang tua dianjurkan membaca zikir berikut:
Istighfar:
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ
(Astaghfirullah – Aku memohon ampun kepada Allah)
Sholawat:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
(Allahumma shalli ‘ala Muhammad – Ya Allah, limpahkan shalawat kepada Nabi Muhammad)
Asmaul Husna:
يَا فَتَّاحُ
(Ya Fattah – Wahai Yang Maha Membuka)
Zikir ini dipercaya membantu membuka jalan kemudahan dan keberhasilan.
Dalam praktik spiritual, beberapa amalan tarekat dilakukan secara konsisten, seperti:
1. Membaca “Ya Fattah” 100 kali setelah salat
2. Membaca Surah Al-Insyirah 7 kali
3. Membaca Al-Fatihah untuk niat kelancaran ujian
4. Salat tahajud dan berdoa khusus untuk anak
Amalan ini dilakukan dengan penuh keyakinan dan keikhlasan.
Agar doa lebih mudah dikabulkan, orang tua dapat memanjatkannya pada waktu-waktu mustajab:
1. Sepertiga malam terakhir
2. Setelah salat wajib
3. Hari Jumat
4. Saat hujan turun
5. Saat berbuka puasa
Memilih waktu yang tepat dapat meningkatkan kekhusyukan dan harapan terkabulnya doa.
Selain doa, dukungan emosional sangat penting. Anak yang merasa didukung akan lebih percaya diri dan tidak mudah panik saat ujian.
Orang tua juga dianjurkan untuk memberikan motivasi positif tanpa tekanan agar anak dapat belajar dengan nyaman.
Doa orang tua dalam bahasa Arab menjadi salah satu amalan yang banyak dipercaya membantu kelancaran ujian anak. Dengan membaca doa yang tepat, disertai zikir dan amalan rutin, peluang keberhasilan diyakini semakin terbuka.
Namun, usaha tetap menjadi faktor utama. Kombinasi antara belajar, doa, dan dukungan orang tua akan menjadi kunci sukses anak dalam menghadapi ujian sekolah hingga UTBK.