
SERAYUNEWS – Pemerintah Kabupaten Banyumas menawarkan model bisnis pengelolaan sampah inovatif bernama Zero Waste to Money kepada perusahaan pengelola limbah asal Malaysia, KDEB Waste Management. Konsep ini dipandang lebih efisien dibanding Zero Waste to Energy yang memerlukan biaya tinggi.
Dalam pertemuan B2B (Business to Business), di ruang Joko Kaiman, Komplek Pendopo Si Panji Purwokerto, dibahas sejumlah peluang investasi strategis.
Mulai dari Produksi Palet Limbah, pengolahan sampah menjadi material lantai. Daur Ulang Plastik, yakni dengan mengubah biji plastik kualitas 2 menjadi produk rumah tangga seperti ember. Ekspor hasil olahan, material hasil olahan limbah Banyumas ke pasar Malaysia.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menegaskan bahwa fokus utama sistem ini adalah menciptakan nilai ekonomi yang mampu menutupi biaya operasional pengelolaan sampah.
“Saya ingin sampahnya hilang, uangnya datang,” kata Sadewo.
Kunjungan yang dipimpin oleh CEO KDEB Waste Management Selangor Malaysia, Dato Ramli bersama PT Gibrig Indonesia Bersih, diterima oleh Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Junaedi dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas Widodo Sugiri.
Dalam kesempatan tersebut, CEO KDEB Waste Management Selangor Malaysia, Dato Ramli menyampaikan ketertarikan mendalam pihaknya untuk mengadopsi sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas yang diterapkan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Model ini dinilai sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia dan layak untuk diimplementasikan di Malaysia. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah meninjau secara langsung teknik pengolahan sampah di Banyumas yang dilakukan secara desentralisasi hingga tingkat desa atau kampung. Penggunaan mesin pengolah sampah yang efektif di level lokal menjadi fokus utama yang ingin dipelajari dan diterapkan di Selangor.
“Di Selangor, kami memiliki hampir 275 kampung tradisi. Kami melihat upaya di Banyumas ini sebagai model yang sangat baik untuk dipelajari guna meningkatkan pengelolaan sampah di kampung-kampung kami,” kata Dato Ramli.
Menurutnya Kunjungan ini menjadi langkah awal potensi kerja sama teknologi antara Negeri Selangor dan Kabupaten Banyumas. Dato Ramli menekankan pentingnya keterbukaan terhadap inovasi dari daerah lain demi kemajuan bersama.
Beberapa poin utama dalam rencana kolaborasi tersebut meliputi transfer teknologi mesin pengolahan sampah dari Banyumas ke Selangor, pembelajaran sistem manajemen desentralisasi pengelolaan sampah berbasis kampung dan penyusunan MoU sebagai dasar kerja sama formal