
SERAYUNEWS-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banjarnegara menggelar khitanan massal gratis bagi puluhan anak di Sasana Bakti Praja, Selasa (7/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banjarnegara.
Sebanyak 40 anak mengikuti program bakti sosial tersebut. Khitanan massal ini ditujukan untuk membantu masyarakat, khususnya keluarga kurang mampu, agar tetap dapat mengakses layanan kesehatan secara layak.
Penjabat Sekretaris Daerah Banjarnegara, Tursiman, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah bersama Baznas terhadap masyarakat.
“Program ini tidak hanya diperuntukkan bagi warga kurang mampu, tetapi terbuka untuk umum. Siapa pun yang ingin mengikuti dipersilakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, awalnya panitia menargetkan 75 peserta, namun pada pelaksanaan kali ini sebanyak 40 anak berhasil mengikuti khitanan dengan penanganan tim medis profesional.
Selain itu, Tursiman juga mengingatkan pentingnya pendidikan bagi anak-anak. Menurutnya, pemerintah telah menyediakan berbagai program pendidikan gratis dan bantuan beasiswa bagi masyarakat yang membutuhkan.
Ketua Baznas Banjarnegara, Sutedjo Slamet Utomo, menjelaskan bahwa metode khitan yang digunakan sudah modern sehingga lebih nyaman bagi anak-anak.
“Dengan teknologi medis saat ini, prosesnya lebih cepat dan minim rasa sakit dibandingkan metode lama,” katanya.
Para peserta tidak hanya mendapatkan layanan khitan gratis, tetapi juga menerima berbagai perlengkapan seperti baju koko, sarung, peci, sandal, serta uang saku dan bantuan transportasi bagi pendamping.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), di antaranya bantuan sarung untuk peserta.
Salah satu orang tua peserta, Andri Subiyanto, mengaku terbantu dengan adanya program tersebut. “Ini sangat meringankan, apalagi fasilitas yang diberikan cukup lengkap,” ujarnya.
Dengan kondisi ini, Baznas Banjarnegara berencana kembali menggelar khitanan massal pada musim libur sekolah mendatang. Tingginya minat masyarakat menjadi pertimbangan utama untuk membuka kuota peserta dengan jumlah serupa, yakni sekitar 70 hingga 75 anak.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terbantu sekaligus memperkuat peran Baznas dalam mendukung program sosial dan kesehatan di daerah.