
SERAYUNEWS — Kenaikan harga BBM nonsubsidi langsung direspons aparat kepolisian. Polresta Banyumas mengintensifkan pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG guna menjaga stabilitas pasokan energi di masyarakat.
Kapolresta Banyumas, Petrus P. Silalahi, menyatakan langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi penyimpangan distribusi pasca kenaikan harga BBM nonsubsidi.
“Kami belum menemukan adanya kenaikan signifikan pada bahan pokok, namun kami tetap melakukan monitoring dan antisipasi terhadap dampak kenaikan BBM nonsubsidi,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Pengawasan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari SPBU, agen, hingga pangkalan LPG subsidi 3 kilogram. Fokus utama adalah mencegah penimbunan serta penyalahgunaan distribusi, termasuk pengalihan ke sektor industri secara ilegal.
Selain pengawasan lapangan, polisi juga melakukan pendekatan edukatif kepada masyarakat agar tidak panik menghadapi kenaikan harga energi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang karena stok BBM maupun LPG masih mencukupi. Jangan sampai terjadi panic buying yang justru mengganggu distribusi,” katanya.
Polisi juga menegaskan akan menindak tegas berbagai bentuk pelanggaran, termasuk praktik pemindahan isi tabung LPG subsidi ke tabung nonsubsidi untuk dijual dengan harga lebih tinggi.
“Penyimpangan seperti itu tidak dibenarkan dan akan kami tindak secara tegas sesuai ketentuan hukum,” ujar dia.
Di internal, Polresta Banyumas turut mendorong efisiensi penggunaan BBM. Personel dianjurkan memanfaatkan transportasi ramah lingkungan seperti sepeda, berjalan kaki, atau kendaraan listrik jika memungkinkan.
Meski demikian, pelayanan publik dan patroli tetap berjalan optimal, termasuk melalui peran Bhabinkamtibmas di tingkat desa.
Untuk memperkuat pengawasan, Polresta Banyumas menggandeng pemerintah daerah, aparat kecamatan, hingga tokoh masyarakat dalam menjaga distribusi energi tetap tertib.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga distribusi energi agar tetap tertib dan tidak disalahgunakan,” kata dia.