
SERAYUNEWS – Pertamina Patra Niaga Refinery Unit IV Cilacap menegaskan kembali komitmen kelestarian lingkungan dengan keberhasilan meraih PROPER Emas, penghargaan tertinggi dalam penilaian kinerja pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia.
Anugerah prestisius dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI ini diterima langsung oleh General Manager RU IV Cilacap, Wahyu Sulistyo Wibowo dari Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq di Jakarta, Selasa sore (7/4/2026).
Dalam sambutannya, Menteri Hanif Faisol Nurofiq menekankan pentingnya peran dunia usaha dalam meningkatkan kapasitas lingkungan sebagai fondasi utama pembangunan berkelanjutan.
Ia menyampaikan pendekatan perlindungan lingkungan harus menjadi langkah pertama sebelum pengelolaan dilakukan. “Itulah mengapa perlindungan ditempatkan di awal, baru kemudian pengelolaan lingkungan agar keberlanjutannya terjaga,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga berpesan kepada sekitar 74 ribu dunia usaha di Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan di wilayah operasional masing-masing, sehingga memberikan dampak nyata bagi ekosistem dan masyarakat.
Capaian ini menjadi PROPER Emas keempat bagi Kilang Cilacap, setelah diraih pada 2019, 2020, dan 2024. Ini menjadi bukti konsistensi yang memastikan posisi strategis kilang sebagai perusahaan energi yang tidak hanya berorientasi produksi, tetapi juga keberlanjutan.
“PROPER Emas 2025 menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan lingkungan di Kilang Cilacap dilakukan melampaui standar yang dipersyaratkan, sekaligus diiringi dengan program pengembangan masyarakat yang berkelanjutan,” ujar Wahyu.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang terus menjaga tradisi positif, sekaligus memastikan operasional kilang tetap selaras dengan prinsip keberlanjutan dalam penyediaan energi nasional.
Senada, Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan menuturkan capaian PROPER Emas 2025 tidak lepas dari keberhasilan program pemberdayaan masyarakat yang inovatif dan berdampak nyata.
Salah satunya melalui pembinaan Bank Sampah Abhipraya, bagian dari program Masyarakat Mandiri Kutawaru (MAMAKU) di wilayah Kutawaru, Cilacap Tengah.
“Program ini hadir sebagai solusi atas tantangan pengelolaan sampah di wilayah yang secara geografis terpisah dari pusat Kota Cilacap oleh perairan Segara Anakan,” jelasnya.
Melalui Bank Sampah Abhipraya, kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga terus meningkat. Tidak hanya itu, sampah yang sebelumnya menjadi persoalan kini justru memiliki nilai ekonomi.
Dengan dukungan berbagai fasilitas seperti mesin pencacah plastik, komposter, hingga alat injection daur ulang, serta pelatihan berkelanjutan, masyarakat mampu mengolah sampah menjadi produk bernilai jual maupun tabungan yang memberikan manfaat ekonomi langsung.
Lebih dari sekadar program lingkungan, inisiatif ini menjadi bukti bahwa keberlanjutan dapat tumbuh dari kolaborasi, mengubah tantangan menjadi peluang, sekaligus menghadirkan harapan baru bagi masyarakat pesisir Kutawaru.