
SERAYUNEWS-Sejak 9 Februari 2026, status gunung Dieng mengalami penurunan dari Level II (Waspada) menjadi Level I (normal). Bahkan, saat ini radius aman berada di jaran 200 meter dari sebelumnya 500 meter.
Penurunan jarak aman setelah adanya penurunan status aktivitas vulkanik gunung Dieng ini diumumkan oleh Badan Geologi setelah hasil pemantauan menunjukkan kondisi kegempaan, visual, serta emisi gas berada dalam batas aman.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Dieng, Bambang, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan evaluasi menyeluruh pasca erupsi freatik di Kawah Sileri yang terjadi dua kali belakangan. Sejak dua kejadian itu, tidak ditemukan peningkatan aktivitas signifikan yang mengarah pada potensi erupsi lanjutan.
“Pemantauan menunjukkan kondisi relatif stabil, baik dari sisi visual maupun kegempaan,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Secara visual, aktivitas di kawah utama terpantau landai. Tinggi kolom asap di Kawah Sileri dominan berada di bawah 60 meter dari permukaan. Sementara itu, gempa vulkanik yang mengindikasikan pergerakan fluida di dalam bumi tercatat rendah dan cenderung stabil.
Selain itu, tekanan di dalam tubuh gunung juga dinilai rendah. Hal ini terlihat dari variasi kecepatan seismik yang didominasi nilai positif, yang menunjukkan kondisi bawah permukaan relatif stabil.
Pemantauan gas beracun juga menunjukkan kondisi aman. Konsentrasi karbon dioksida (CO2) di sejumlah titik, termasuk Kawah Timbang dan Sikendang, masih berada di bawah ambang batas normal.
Meski status telah turun, masyarakat dan wisatawan tetap diminta tidak lengah. Pengunjung dilarang mendekati area dalam radius 200 meter dari pusat Kawah Sileri serta tidak diperbolehkan bermalam di sekitar kawah.
Selain itu, akses menuju Kawah Timbang juga masih dibatasi mengingat potensi gas beracun yang sewaktu-waktu dapat mengalir ke wilayah lebih rendah.
Badan Geologi mengingatkan bahwa karakter aktivitas di kawasan Dieng bersifat fluktuatif. Erupsi freatik masih mungkin terjadi secara tiba-tiba tanpa tanda-tanda yang jelas.
Kompleks Dieng sendiri membentang di tiga wilayah, yakni Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Batang. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas vulkanik aktif di Jawa Tengah.
Penurunan status ini memang menjadi sinyal positif, namun kewaspadaan tetap menjadi kunci bagi siapa pun yang beraktivitas di kawasan tersebut.