
SERAYUNEWS – Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Kabupaten Banjarnegara menggelar kegiatan halalbihalal yang dihadiri ratusan pengurus dan anggota, Minggu (5/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Surya Yudha Park 2 ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen dakwah para dai di tengah masyarakat.
Acara menghadirkan penceramah dari Semarang, Usep Badruzzaman, yang juga menjabat sebagai Ketua Ikadi Provinsi Jawa Tengah.
Dalam tausiyahnya, ia mengajak peserta untuk memperkuat iman sebagai fondasi utama dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan.
Menurutnya, iman dan logika memiliki peran yang berbeda. Logika menghasilkan sesuatu yang dapat diprediksi, sementara iman mampu melampaui batas tersebut.
“Orang yang kuat imannya hidupnya akan terasa luar biasa. Logika menghasilkan hal yang bisa diprediksi, tetapi iman bisa menghadirkan sesuatu di luar perkiraan,” ujarnya.
Ia mencontohkan kisah Nabi Musa saat menghadapi Firaun. Secara logika, kondisi tersebut sulit dimenangkan, namun hasil akhirnya justru sebaliknya.
Usep menegaskan bahwa setiap manusia pasti menghadapi ujian hidup. Ia mengingatkan bahwa sumber dan solusi dari setiap persoalan berasal dari Allah.
“Masalah datang dari Allah, dan Allah pula yang akan memberikan jalan keluarnya. Karena itu, solusi terbaik adalah kembali kepada Allah agar hati menjadi tenang dan tidak mudah dilanda kecemasan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya ketenangan batin sebagai kunci menghadapi dinamika kehidupan modern.
Dalam suasana halalbihalal, Usep mengingatkan pentingnya saling memaafkan antar sesama manusia. Ia menegaskan bahwa kesalahan terhadap sesama tidak akan terhapus tanpa adanya maaf dari pihak yang dirugikan.
“Di akhirat nanti ada orang yang bangkrut, yaitu mereka yang amal baiknya tidak mampu menutupi kesalahan kepada sesama. Maka momen ini harus dimanfaatkan untuk sungguh-sungguh meminta maaf,” katanya.
Sementara itu, Ketua Ikadi Kabupaten Banjarnegara, Khaerul Mudakir Indarmoko, mengajak seluruh anggota untuk tetap produktif dalam berdakwah setelah Ramadan.
Ia menekankan bahwa peran dai sangat penting dalam memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjaga semangat dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan.
“Di mana pun kita berada, harus mampu memberi manfaat secara optimal untuk umat. Berdakwah dengan gembira akan membuat kita lebih kreatif dan istiqamah dalam melanggengkan amal saleh,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat peran Ikatan Dai Indonesia dalam membangun masyarakat yang religius dan berdaya.
Dengan semangat kebersamaan, para dai diharapkan mampu terus berkontribusi dalam menghadirkan dakwah yang menyejukkan dan relevan dengan kebutuhan zaman.