
SERAYUNEWS – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cilacap mencatat inflasi pada Maret 2026 secara bulanan (month to month/m-to-m) sebesar 0,70 persen. Kenaikan harga sejumlah komoditas, terutama bahan pangan dan transportasi, menjadi pemicu utama lonjakan inflasi pada periode tersebut.
Selain itu, secara tahunan (year on year/y-on-y), inflasi Cilacap tercatat mencapai 3,51 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,94. Sementara inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) berada di angka 1,08 persen.
Kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi salah satu faktor dominan penyumbang inflasi. Komoditas seperti beras, daging ayam ras, telur ayam ras, hingga minyak goreng tercatat mengalami kenaikan harga sepanjang Maret 2026.
Bahkan, kelompok ini memberikan andil inflasi bulanan sebesar 0,54 persen. Beras dan daging ayam ras menjadi komoditas dengan kontribusi terbesar terhadap inflasi, diikuti telur ayam ras dan minyak goreng.
Tak hanya itu, sejumlah komoditas lain seperti daging sapi, ikan kembung, hingga tempe juga ikut mendorong kenaikan harga secara umum.
Faktor lain yang turut memicu inflasi adalah kenaikan tarif transportasi, terutama angkutan antar kota. Kondisi ini dipengaruhi oleh meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang dan setelah Idulfitri.
Kelompok transportasi tercatat memberikan andil inflasi sebesar 0,13 persen secara bulanan. Selain tarif angkutan, kenaikan harga bahan bakar dan kebutuhan operasional kendaraan juga ikut berpengaruh terhadap sektor ini.
Secara tahunan, lonjakan inflasi juga dipengaruhi oleh kenaikan tarif listrik dan harga emas perhiasan. Kedua komoditas tersebut menjadi penyumbang utama inflasi y-on-y di Cilacap.
Selain itu, sejumlah komoditas lain seperti tarif rumah sakit, biaya pendidikan, hingga kendaraan bermotor juga ikut mendorong kenaikan harga secara tahunan.
Di sisi lain, beberapa komoditas justru menahan laju inflasi, seperti cabai merah, bawang putih, cabai rawit, dan bawang merah yang mengalami penurunan harga.
BPS mencatat hampir seluruh kelompok pengeluaran mengalami inflasi pada Maret 2026. Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang mencapai 11,52 persen secara tahunan.
Selain itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mencatat inflasi tinggi sebesar 10,92 persen. Sementara satu-satunya kelompok yang mengalami deflasi adalah rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,27 persen.
Meski terjadi kenaikan, inflasi Cilacap pada Maret 2026 masih tergolong terkendali jika dibandingkan periode sebelumnya. Namun demikian, tren kenaikan harga menjelang momen hari besar keagamaan tetap perlu diwaspadai, terutama pada sektor pangan dan transportasi yang menjadi pemicu utama inflasi daerah.