
SERAYUNEWS – Bencana tanah longsor terjadi di Dusun Cacaban, Desa Negarajati, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Material longsoran sempat menutup total akses jalan desa dan mengancam sedikitnya 3 rumah warga di sekitar lokasi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo, menjelaskan bahwa longsor terjadi, pada Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 17.00 WIB setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras sejak dua jam sebelumnya.
Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan kondisi tanah menjadi labil, terutama pada tebing setinggi sekitar 10 meter dengan panjang 17 meter yang memang rawan longsor.
“Faktor pemicu utamanya adalah hujan deras, ditambah kondisi tebing yang sudah pernah longsor sebelumnya dan memiliki kontur curam serta labil,” ujar Taryo, Selasa (14/4).
Selain itu, saluran pembuangan air limbah rumah tangga yang tidak terkendali turut memperparah kondisi. Air meluap dari saluran dan mengalir ke tebing yang telah mengalami retakan, hingga akhirnya longsor tak terhindarkan.
Akibat kejadian tersebut, jalan rabat beton sepanjang 17 meter dengan lebar satu meter patah dan terbawa longsoran. Material tanah dengan panjang sekitar 3 meter, lebar 2 meter, dan ketebalan 3 meter menutup akses jalan desa sepenuhnya.
Tak hanya infrastruktur, satu rumah milik warga bernama Tirto terdampak langsung dan terancam terbawa longsor. Selain itu, dua rumah lainnya milik Munasir dan Tarsum juga berada dalam kondisi rawan.
“Total ada 3 rumah dengan tiga kepala keluarga atau 11 jiwa yang terancam. Saat ini mereka sudah mengungsi ke rumah saudara dan tetangga terdekat,” jelas Taryo.
Meski demikian, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp5 juta, meliputi kerusakan fisik dan kerugian non-material.
Pasca kejadian, tim gabungan dari UPTD PKBD Majenang, Forkopimcam Cimanggu, TNI-Polri, PMI, pemerintah desa, serta warga setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan.
Upaya pembersihan material longsor dilakukan secara gotong royong, termasuk menggunakan mesin pompa untuk mempercepat proses. Hasilnya, akses jalan yang sempat tertutup berhasil dibuka kembali.
Petugas juga memasang rambu peringatan rawan longsor serta mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan deras yang berpotensi memicu longsor susulan.
Meski jalan sudah kembali bisa dilalui, ancaman belum sepenuhnya hilang. Sejumlah titik di sekitar lokasi dilaporkan mulai menunjukkan retakan tanah yang berpotensi longsor kembali.
Saat ini, penanganan teknis untuk mengamankan rumah warga yang terancam masih dalam tahap perumusan bersama pihak terkait dan warga setempat.
BPBD Cilacap juga mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak, seperti karung, bambu, pipa paralon, terpal, hingga bronjong kawat untuk penanganan jangka panjang.
“Warga kami minta tetap waspada. Jika hujan deras kembali turun, sebaiknya segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,” pungkas Taryo.