
SERAYUNEWS- Prosesi wisuda di Graha Widyatama Universitas Jenderal Soedirman berlangsung penuh haru. Ribuan wisudawan bersama keluarga memenuhi ruangan, menanti momen sakral yang menjadi puncak perjalanan akademik mereka.
Di tengah suasana tersebut, perhatian tertuju pada satu sosok: Yossi Khoerul Izata. Ia melangkah ke podium sebagai lulusan terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dengan capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00.
Tak hanya itu, Yossi juga dipercaya menyampaikan pidato sebagai perwakilan wisudawan di hadapan ribuan hadirin. Sebuah momen yang jarang didapatkan, sekaligus menjadi simbol pencapaian luar biasa selama masa studinya.
“Jujur, awalnya saya merasa gugup. Belum pernah berbicara di depan ribuan orang. Tapi saya juga sangat bersyukur bisa mewakili teman-teman,” ungkapnya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/4/2026).
Tepuk tangan meriah mengiringi akhir pidatonya, menandai perjalanan panjang yang akhirnya bermuara di titik tersebut.
Berbeda dari kebanyakan mahasiswa, Yossi tidak menempuh jalur skripsi untuk menyelesaikan studinya. Ia memilih jalur proyek—sebuah opsi yang menuntut kreativitas, inovasi, dan kontribusi nyata.
Bersama timnya, Yossi mengembangkan board game edukasi literasi keuangan. Permainan ini dirancang untuk membantu generasi muda memahami konsep keuangan secara lebih menarik dan aplikatif.
Konsepnya terinspirasi dari permainan monopoli, namun dikemas dengan pendekatan edukatif. Pemain akan dihadapkan pada berbagai situasi finansial seperti:
· Mengelola pengeluaran
· Mengambil keputusan investasi
· Menghadapi risiko keuangan
Pendekatan ini dinilai efektif karena menggabungkan unsur hiburan dengan pembelajaran.
“Kami ingin literasi keuangan terasa dekat dengan anak muda. Lewat permainan, mereka bisa belajar tanpa merasa sedang belajar,” jelas Yossi.
Inovasi tersebut tidak hanya menjadi proyek akademik, tetapi juga mengantarkan Yossi meraih medali emas dalam ajang World Youth Invention and Innovation Award 2024 di Yogyakarta.
Kesuksesan Yossi tidak datang secara instan. Perjalanan itu dimulai sejak ia menempuh pendidikan di SMK Negeri 1 Purwokerto.
Sejak masa sekolah, ia dikenal aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan praktik pembelajaran. Lingkungan SMK yang menekankan pengalaman langsung membentuk karakter Yossi menjadi pribadi yang adaptif dan berani mencoba hal baru.
Saat memutuskan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, ia memilih Program Studi Akuntansi di Unsoed.
“Waktu awal kuliah, saya hanya ingin belajar dengan baik dan mencari pengalaman sebanyak mungkin. Tidak pernah menyangka akan sampai di titik ini,” katanya.
Di balik pencapaiannya, Yossi tumbuh dari keluarga sederhana. Ia merupakan anak pertama dari dua bersaudara, dengan kondisi ekonomi keluarga yang tergolong menengah ke bawah.
Sejak kecil, ia telah menghadapi berbagai dinamika kehidupan. Ibunya pernah merantau ke Jakarta bahkan bekerja di luar negeri demi membantu perekonomian keluarga.
Meski demikian, orang tuanya selalu memberikan kepercayaan penuh terhadap pilihan hidup Yossi.
“Mereka selalu bilang, selama itu baik, jalani saja. Dukungan itu yang membuat saya lebih percaya diri,” ujarnya.
Bagi Yossi, restu keluarga menjadi fondasi penting dalam setiap langkah yang ia ambil.
Selama kuliah, Yossi tidak hanya mengejar nilai akademik. Ia aktif di Kelompok Studi Pasar Modal, sebuah organisasi yang menjadi wadah belajar tentang investasi dan keuangan.
Di organisasi ini, ia mempelajari:
· Analisis saham
· Dinamika pasar keuangan
· Pengelolaan program edukasi
Ia juga dipercaya mengelola bidang sumber daya manusia dan terlibat dalam berbagai kegiatan diskusi serta seminar. “Organisasi mengajarkan banyak hal, terutama kerja tim dan komunikasi,” katanya.
Selain itu, Yossi juga berperan sebagai asisten laboratorium akuntansi, membantu mahasiswa dalam kegiatan praktikum.
Semangat mencoba hal baru mendorong Yossi aktif mengikuti berbagai kompetisi sejak semester tiga. Ia mengakui bahwa perjalanan tersebut tidak selalu mulus.
“Awalnya sering kalah, tapi justru dari situ saya belajar,” ungkapnya. Selama masa kuliah, ia telah mengikuti lebih dari 30 kompetisi nasional. Sejumlah prestasi yang berhasil diraih antara lain:
· Juara National Accounting Competition 2024
· Juara National Accounting Cycle 2025
· Juara National Accounting and Tax Olympiad 2025
· Best Speaker Accounting Case Competition
· Juara 2 BAK Audit Competition 2024
Menurutnya, kompetisi bukan sekadar ajang menang, tetapi sarana untuk melatih pola pikir dan mental.
Tak hanya aktif di kampus, Yossi juga memperkaya pengalaman melalui program magang di Kantor Akuntan Publik Anwar & Rekan di Jakarta Selatan.
Selama lima bulan, ia terlibat langsung dalam berbagai proses audit, seperti:
· Perencanaan audit
· Identifikasi risiko
· Pengujian transaksi keuangan
· Penyusunan dokumentasi audit
Pengalaman ini memberinya gambaran nyata tentang dunia profesional di bidang akuntansi dan audit.
Setelah menyelesaikan studinya, Yossi menekankan bahwa perjalanan kuliah adalah proses panjang yang tidak selalu mudah. “Setiap orang pasti punya fase sulit. Tapi semua akan ada akhirnya,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa kesuksesan tidak harus diraih dengan cepat. “Tidak harus sempurna dari awal. Yang penting terus mencoba dan tidak berhenti.”
Kisah Yossi Khoerul Izata menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak selalu datang dari jalan yang konvensional. Dengan keberanian mencoba, kerja keras, dan konsistensi, ia mampu mengubah ide sederhana menjadi prestasi besar.
Dari bangku SMK di Purwokerto hingga berdiri di podium wisuda sebagai lulusan terbaik Universitas Jenderal Soedirman, Yossi menunjukkan bahwa mimpi besar bisa dimulai dari langkah kecil.
Dan terkadang, inovasi sederhana seperti sebuah board game bisa membuka jalan menuju pencapaian luar biasa.