
SERAYUNEWS-Di tengah derasnya arus informasi di era digital dan kerap tak terverifikasi hingga mengarah pada berita bohong atau hoaks, keberadaan media massa memiliki peran srategis dan dituntut untuk mengambil peran lebih dari sekadar penyampai berita.
Dengan kondisi ini, media massa khususnya media mainstream harus mampu megambil peran sebagai penyaring sekaligus penjernih informasi bagi publik. Pesan tersebut mengemuka dalam pertemuan insan media bersama dengan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Kota Surakarta, Selasa (7/4/2026).
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi juga mengaprisiasi perjalanan media massa khususnya media mainstream yang terus berkembang hingga pada era digital seperti saat ini, media mainstream memiliki karakter energik, kritis, dan dekat dengan dinamika masyarakat.
“Media massa harus punya energi besar, kritis, serta berimbang, dan itu penting untuk membangun,” ujar Ahmad Luthfi.
Menurutnya, di tengah banjir informasi yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, media massa harus mampu hadir sebagai penyeimbang dengan menyajikan informasi yang akurat dan kredibel.
“Media massa adalah mata dan telinga kami untuk menjembatani pembangunan. Di tengah banjir informasi yang belum tentu benar, media mainstream harus menjadi semacam cleaning service, penjernih informasi agar masyarakat mendapat informasi yang sehat,” katanya.
Dikatakannya, media massa juga memiliki tanggung jawab menjaga kualitas ruang publik melalui pemberitaan yang berimbang dan konstruktif. Karena itu, ia mendorong insan media untuk terus konsisten menjalankan fungsi kontrol sosial sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah.
Ahmad Luthfi juga menegaskan, kritik dari media merupakan bagian penting dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang sehat dan transparan.
“Silakan kritik kami. Itu obat bagi pejabat publik. Tapi beritakan juga pembangunan yang ada, karena membangun daerah itu membutuhkan kolaborasi,” katanya.