
SERAYUNEWS – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) kembali menegaskan eksistensinya di panggung kreatif global dengan menggelar BAWOR International Cartoon Exhibition (BICE) #2 pada 8–9 April 2026. Ajang internasional ini sukses menarik partisipasi seniman dari 27 negara.
Tidak hanya sebagai pameran, kegiatan ini menghadirkan rangkaian agenda komprehensif yang memperkuat jejaring global melalui seni kartun.
BICE #2 menampilkan beragam kegiatan, mulai dari pameran kartun internasional lintas negara, workshop eksklusif bertema “Menggali Potensi Kartun di Era Kecerdasan Buatan”, hingga live sketsa oleh para seniman profesional.
Tak hanya itu, panitia juga menghadirkan layanan sosial berupa cek kesehatan gratis bagi masyarakat umum sebagai bentuk kepedulian sosial.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Al-Islam Kemuhammadiyahan UMP, Drs. Ikhsan Mujahid, M.Si., menyampaikan kebanggaannya atas kepercayaan global terhadap UMP sebagai tuan rumah ajang ini.
“Kegiatan ini memiliki dampak yang besar, terutama dalam mendukung kegiatan internasional yang berkontribusi pada peningkatan capaian kemahasiswaan,” katanya.
Ia menambahkan, BICE #2 menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi kreatif menjadi karya nyata.
“Harapannya kemampuan yang ada pada diri mahasiswa bisa diekspresikan dalam bentuk inovasi dan kreasi, sehingga tidak berhenti hanya pada proses belajar saja,” ujarnya.
Ketua FOSMA PTMA, Prof. Ihwan Susila, Ph.D, menekankan bahwa kartun kini telah berevolusi menjadi medium komunikasi yang kuat dan relevan secara global.
“Kita berkumpul di sini bukan hanya untuk kompetisi, tetapi untuk merayakan kreativitas, imajinasi, dan kekuatan cerita visual yang dimiliki kartun,” ungkapnya.
Menurutnya, kartun memiliki kekuatan unik dalam menyampaikan pesan sosial lintas budaya.
“Kartun bukan hanya hiburan, tetapi medium kuat untuk bercerita, menyampaikan komentar sosial, dan menghubungkan manusia dari berbagai latar belakang,” lanjut Prof. Ihwan.
Melalui BICE #2, UMP berharap lahir karya-karya kartun yang mampu menyuarakan pesan damai sekaligus menjadi refleksi kondisi global saat ini.
Ajang ini juga menjadi bukti bahwa di era modern, seni kartun memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, kreativitas, serta jejaring internasional generasi muda.