
SERAYUNEWS – Tim SAR gabungan terus mengintensifkan pencarian terhadap seorang nelayan asal Desa Ujunggagak, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, yang dilaporkan hilang di perairan selatan Pulau Nusakambangan. Hingga hari ketiga operasi, korban belum ditemukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Cilacap, M Abdullah, menyatakan bahwa tim masih memfokuskan pencarian di sekitar lokasi kejadian perkara (LKP) dengan memperluas jangkauan penyisiran.
Laporan awal diterima pada Jumat (10/4/2026) sekitar pukul 05.45 WIB dari pelapor bernama Eko. Korban diketahui bernama Sungkowo (50), yang diduga terjatuh dan tenggelam saat melaut di perairan Samudera Hindia.
Insiden ini terjadi di wilayah perairan selatan Pulau Nusakambangan yang dikenal memiliki arus cukup kuat dan berisiko bagi nelayan tradisional.
Hari Ketiga, Pencarian Dibagi Dua Tim
Memasuki hari ketiga, Minggu (12/4/2026), operasi SAR diawali dengan briefing untuk menentukan strategi lanjutan.
Tim kemudian dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) guna memaksimalkan pencarian.
SRU pertama bertugas melakukan koordinasi lintas instansi sekaligus menyebarkan informasi kepada nelayan yang melaut agar turut membantu pemantauan.
Sementara itu, SRU kedua melakukan penyisiran di permukaan laut menggunakan perahu karet cepat (RIB) 06 Cilacap.
“Penyisiran dilakukan dari titik pencarian sebelumnya ke arah timur dengan luas area sekitar 5 nautical mile persegi dari LKP,” ujarnya.
Hingga pukul 17.00 WIB, upaya pencarian belum membuahkan hasil. Tim SAR memutuskan menghentikan sementara operasi dan akan melanjutkan kembali pada Senin (13/4/2026) dengan strategi yang disesuaikan kondisi lapangan.
“Operasi SAR akan dilanjutkan kembali pada Senin (13/4) dengan strategi pencarian yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” jelasnya.
Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Basarnas Cilacap, Lanal Cilacap, Pos AL Kampung Laut, Polairud Cilacap, serta sejumlah potensi SAR seperti SAR MTA, SAR Arnavat, SAR Kampung Laut, hingga masyarakat dan keluarga korban.
Peralatan yang digunakan juga lengkap, mulai dari kendaraan operasional, perahu karet, drone UAV untuk pemantauan udara, perlengkapan SAR air, alat medis, hingga perangkat komunikasi.
Tim SAR memastikan pencarian akan terus dilakukan secara maksimal hingga korban berhasil ditemukan.