
SERAYUNEWS – Kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri melalui jalur UTBK-SNBT 2026 masih terbuka lebar, termasuk bagi para lulusan tahun sebelumnya atau yang dikenal sebagai gap year.
Peserta dari lulusan 2024 dan 2025 tetap dapat mengikuti seleksi ini selama memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan.
Program Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) memang dirancang inklusif, sehingga tidak hanya siswa kelas akhir yang bisa mendaftar, tetapi juga alumni yang ingin mencoba kembali peruntungan mereka.
Hal ini menjadi angin segar bagi banyak calon mahasiswa yang sebelumnya belum berhasil lolos seleksi.
Bagi peserta gap year, terdapat beberapa persyaratan utama yang harus dipenuhi sebelum mengikuti proses pendaftaran.
Salah satu syarat paling mendasar adalah status kelulusan dari jenjang SMA/SMK/MA atau sederajat pada tahun 2024 atau 2025.
Peserta wajib memiliki dokumen resmi berupa ijazah atau Surat Keterangan Lulus (SKL) yang dilengkapi pas foto terbaru serta pengesahan dari pihak sekolah.
Selain itu, peserta dari jalur Paket C juga diperbolehkan mendaftar selama usia tidak melebihi 25 tahun per 1 Juli 2026.
Hal penting lainnya adalah peserta tidak boleh pernah dinyatakan lulus melalui jalur SNBP pada tahun 2024, 2025, maupun 2026.
Jika pernah lolos melalui jalur tersebut, maka secara otomatis tidak bisa mengikuti SNBT.
Selain itu, peserta juga wajib memiliki akun SNPMB yang telah terdaftar dan berstatus permanen.
Akun ini menjadi akses utama dalam seluruh proses pendaftaran hingga pengumuman hasil seleksi.
Proses pendaftaran SNBT 2026 dilakukan secara daring melalui portal resmi SNPMB. Agar tidak terjadi kesalahan, peserta gap year perlu mengikuti tahapan berikut secara berurutan:
1. Login ke Portal SNPMB
Akses situs resmi SNPMB dan masuk menggunakan email serta password akun yang telah didaftarkan. Pastikan akun sudah berstatus permanen agar bisa melanjutkan proses pendaftaran.
2. Lengkapi dan Verifikasi Biodata
Periksa seluruh data diri yang tertera di sistem. Pastikan tidak ada kesalahan pada identitas seperti nama, NIK, maupun informasi lainnya karena data ini akan digunakan dalam proses seleksi.
3. Unggah Dokumen Kelulusan
Peserta gap year wajib mengunggah dokumen berupa ijazah atau Surat Keterangan Lulus (SKL) yang telah dilegalisasi. Dokumen ini menjadi bukti resmi bahwa peserta memenuhi syarat sebagai alumni.
4. Pilih Program Studi
Peserta dapat memilih maksimal empat program studi. Pemilihan ini dapat berupa kombinasi program akademik dan vokasi. Pastikan memilih jurusan sesuai minat dan peluang agar lebih optimal.
5. Unggah Portofolio (Jika Diperlukan)
Bagi peserta yang memilih program studi di bidang seni atau olahraga, wajib mengunggah portofolio sesuai ketentuan yang berlaku. Dokumen ini menjadi bagian dari penilaian tambahan.
6. Tentukan Lokasi Ujian UTBK
Pilih lokasi ujian yang paling dekat dengan domisili. Sistem nantinya akan menentukan jadwal serta sesi ujian secara otomatis.
7. Lakukan Finalisasi Data
Setelah semua tahapan diisi dengan benar, lakukan finalisasi. Pastikan seluruh data sudah sesuai karena setelah tahap ini, data tidak dapat diubah kembali.
8. Bayar Biaya Pendaftaran
Lakukan pembayaran UTBK sebesar Rp200.000 melalui bank mitra yang tersedia. Pembayaran ini menjadi syarat agar pendaftaran dinyatakan sah.
9. Unduh Kartu Peserta UTBK
Setelah pembayaran terkonfirmasi, unduh dan cetak kartu peserta. Dokumen ini wajib dibawa saat pelaksanaan ujian berlangsung.
Seluruh proses SNBT 2026 berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan secara nasional. Registrasi akun berlangsung sejak 12 Januari hingga 7 April 2026.
Sementara itu, pendaftaran UTBK-SNBT dibuka mulai 25 Maret dan ditutup pada 7 April 2026.
Pembayaran biaya ujian memiliki batas waktu hingga 8 April 2026. Setelah itu, pelaksanaan UTBK akan berlangsung pada 21 hingga 30 April 2026 dalam satu gelombang dengan dua sesi setiap harinya.
Memahami jadwal ini sangat penting agar peserta tidak melewatkan tahapan penting yang dapat menggugurkan kesempatan mengikuti seleksi.
Dengan persiapan yang matang dan strategi yang tepat, peluang untuk lolos ke perguruan tinggi negeri tetap terbuka lebar, meskipun sudah tidak lagi berada di bangku sekolah.***