
SERAYUNEWS – Walimatussafar haji merupakan tradisi yang umum dilakukan masyarakat Muslim sebagai bentuk syukuran sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Acara ini biasanya diisi dengan doa bersama, tausiyah, serta prosesi pamitan dari calon jemaah kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
Agar kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh makna, diperlukan susunan acara yang jelas. Dengan alur yang terstruktur, setiap rangkaian kegiatan dapat berjalan tertib, tidak tumpang tindih, serta tetap menjaga suasana khidmat.
Berikut ini contoh susunan acara walimatussafar haji yang disusun secara runtut dari awal hingga akhir. Susunan ini bisa dijadikan acuan dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing keluarga atau daerah.
1. Pembukaan oleh MC
Acara dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara (MC). Pada tahap ini, MC menyapa tamu undangan sekaligus menjelaskan secara singkat tujuan kegiatan walimatussafar yang akan dilaksanakan.
2. Pembacaan Surah Al-Fatihah atau Doa Iftitah
Sebagai pembuka secara spiritual, biasanya dilanjutkan dengan pembacaan Surah Al-Fatihah atau doa iftitah majelis agar acara diberkahi dan berjalan lancar.
3. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an
Selanjutnya, dilantunkan ayat suci Al-Qur’an untuk menambah kekhidmatan suasana. Sesi ini juga menjadi pengingat akan pentingnya mendekatkan diri kepada Allah sebelum berangkat haji.
4. Pembacaan Sholawat dan Dzikir
Acara dilanjutkan dengan lantunan sholawat, tahlil, atau Asmaul Husna secara bersama-sama. Tujuannya untuk menenangkan hati serta memperkuat nilai spiritual dalam acara.
5. Sambutan dari Keluarga Tuan Rumah
Perwakilan keluarga calon jemaah haji memberikan sambutan. Biasanya berisi ucapan terima kasih kepada tamu yang hadir serta permohonan doa restu.
6. Sambutan Calon Jemaah Haji
Calon jemaah haji juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan kata-kata pamit, permohonan maaf, serta harapan agar ibadah yang akan dijalankan diberi kemudahan.
7. Tausiyah atau Ceramah Agama
Tokoh agama atau ustaz menyampaikan tausiyah yang berkaitan dengan makna ibadah haji, keutamaan, serta bekal spiritual yang perlu dipersiapkan.
8. Prosesi Pamit dan Doa Safar
Memasuki inti acara, dilakukan prosesi pamitan kepada keluarga dan tamu undangan. Sesi ini biasanya diiringi dengan pembacaan doa safar sebagai bentuk permohonan keselamatan selama perjalanan.
9. Mushafahah (Bersalaman)
Calon jemaah haji kemudian bersalaman dengan para tamu undangan. Momen ini menjadi simbol saling memaafkan sebelum berangkat ke Tanah Suci.
10. Doa Bersama
Seluruh tamu bersama-sama memanjatkan doa agar calon jemaah diberikan kesehatan, keselamatan, serta kelancaran dalam menjalankan ibadah haji.
11. Penutup Acara
MC menutup rangkaian acara secara resmi. Penutup biasanya disertai ucapan terima kasih dan harapan agar doa yang dipanjatkan dikabulkan.
12. Ramah Tamah
Sebagai penutup nonformal, acara dilanjutkan dengan ramah tamah atau makan bersama untuk mempererat silaturahmi antar tamu yang hadir.
Susunan acara walimatussafar haji pada dasarnya bersifat fleksibel, namun tetap harus mengedepankan nilai religius dan kebersamaan.
Dengan alur yang runtut dan tertata, acara dapat berlangsung dengan lancar sekaligus memberikan kesan mendalam bagi calon jemaah maupun tamu undangan.***