
SERAYUNEWS- Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) resmi memulai tahapan registrasi fisik bagi calon mahasiswa baru jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) Tahun 2026.
Proses ini menjadi gerbang akhir sebelum peserta dinyatakan sah sebagai mahasiswa aktif di lingkungan kampus.
Kegiatan registrasi fisik berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, 14–16 April 2026, dengan lokasi terpusat di Gedung Registrasi Unsoed. Ribuan peserta tampak memadati area registrasi sejak hari pertama pelaksanaan.
Pada tahun akademik 2026, Unsoed menerima sebanyak 3.176 calon mahasiswa melalui jalur SNBP.
Dari jumlah tersebut, 3.079 peserta telah menuntaskan registrasi secara online, sementara 97 peserta lainnya masih dalam proses melengkapi persyaratan administrasi.
Pihak universitas memberikan kelonggaran waktu bagi peserta yang belum rampung untuk menyelesaikan seluruh tahapan hingga batas akhir pada Kamis, 16 April 2026.
Dalam keterangannya, Kepala Bagian Akademik Unsoed, Eko Sumanto, menegaskan bahwa registrasi fisik merupakan tahapan krusial yang tidak boleh diabaikan oleh calon mahasiswa.
“Registrasi fisik ini adalah tahap akhir verifikasi data bagi peserta yang telah dinyatakan lolos SNBP. Kami memastikan seluruh proses berjalan tertib, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Untuk menjaga kelancaran dan menghindari antrean panjang, Unsoed menerapkan sistem registrasi berbasis jadwal per fakultas. Skema ini terbukti efektif dalam mengatur arus kedatangan peserta.
Berikut pembagian jadwal registrasi fisik:
Dengan pembagian ini, proses verifikasi dokumen seperti ijazah, identitas, hingga berkas pendukung lainnya dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.
Selain registrasi fisik, Unsoed juga menyelenggarakan psikotest sebagai bagian dari tahapan seleksi lanjutan, khususnya bagi calon mahasiswa di bidang kesehatan.
Psikotest dilaksanakan selama dua hari di Klinik Pratama Soedirman dengan rincian:
Tes ini bertujuan untuk mengukur kesiapan mental dan psikologis mahasiswa sebelum memasuki lingkungan akademik yang menuntut, terutama pada program studi berbasis layanan kesehatan.
Unsoed terus memantau perkembangan peserta yang belum menyelesaikan registrasi online. Sebanyak 97 peserta yang masih berproses diharapkan segera melengkapi dokumen sebelum tenggat waktu berakhir.
“Kami masih menunggu peserta yang sedang dalam proses agar dapat segera menyelesaikan seluruh persyaratan sesuai jadwal yang telah ditentukan,” tambah Eko Sumanto.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada peserta yang kehilangan kesempatan akibat keterlambatan administrasi.
Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed, Noor Farid, menegaskan bahwa pihak kampus berkomitmen memberikan pelayanan optimal dalam setiap tahapan penerimaan mahasiswa baru.
Menurutnya, kesiapan sistem dan fasilitas menjadi kunci utama kelancaran proses registrasi tahun ini.
“Melalui pengaturan jadwal yang sistematis serta dukungan fasilitas yang memadai, kami berharap seluruh proses registrasi dan psikotest dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti,” jelasnya.
Pelaksanaan registrasi fisik dan psikotest ini tidak hanya berfungsi sebagai proses administratif, tetapi juga sebagai langkah awal dalam memastikan kesiapan mahasiswa baru menghadapi dunia perkuliahan.
Dengan verifikasi menyeluruh, Unsoed ingin memastikan bahwa seluruh mahasiswa yang diterima melalui jalur SNBP benar-benar memenuhi syarat akademik dan administratif, serta siap mengikuti proses pendidikan tinggi secara optimal.
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi dari para calon mahasiswa dan orang tua yang turut mendampingi. Mereka datang sejak pagi untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar.
Panitia juga tampak sigap memberikan arahan serta membantu peserta yang mengalami kendala teknis, mulai dari pengecekan dokumen hingga alur registrasi.
Dengan pelaksanaan yang tertib dan terorganisir, registrasi fisik SNBP 2026 di Unsoed diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik dalam pelayanan akademik di perguruan tinggi negeri.