
SERAYUNEWS – Kekalahan telak yang dialami Liverpool dari Paris Saint-Germain di Anfield, Rabu (15/4/2026) WIB, memicu gelombang besar kritik dari suporter. Tak tanggung-tanggung, tagar #SlotOut kini menggema di media sosial, mendesak manajemen segera memecat Arne Slot.
Liverpool kalah 0-2 di leg kedua perempat final Liga Champions UEFA, membuat mereka tersingkir dengan agregat menyakitkan 0-4. Dua gol PSG diborong Ousmane Dembélé yang tampil klinis sepanjang laga.
Ironisnya, The Reds sejatinya tampil dominan. Mereka mencatatkan 57 persen penguasaan bola, 21 tembakan, dan 7 di antaranya tepat sasaran. Bandingkan dengan PSG yang hanya melepaskan 11 tembakan dengan 5 on target—namun jauh lebih efektif.
Keputusan paling kontroversial datang dari Arne Slot yang justru mencadangkan Mohamed Salah di laga sepenting ini. Bintang asal Mesir itu baru dimainkan pada menit ke-32 menggantikan Hugo Ekitiké, keputusan yang langsung menuai tanda tanya besar.
Banyak fans menilai, keputusan tersebut menjadi salah satu faktor utama tumpulnya lini serang Liverpool di awal laga.
Bukan hanya di Eropa, performa Liverpool di kompetisi domestik juga jauh dari kata memuaskan. Saat ini mereka tertahan di peringkat ke-5 klasemen sementara Premier League dengan 52 poin dari 32 pertandingan.
Posisi mereka bahkan tertinggal dari Aston Villa yang sudah mengoleksi 55 poin. Situasi ini semakin memperkuat desakan agar manajemen segera melakukan perubahan di kursi pelatih.
Sejumlah nama mulai dikaitkan sebagai calon pengganti Arne Slot. Salah satunya adalah Xabi Alonso, mantan pemain Liverpool yang sebelumnya menangani Real Madrid.
Selain itu, nama Sebastian Hoeneß juga mencuat. Pelatih muda yang kini menangani VfB Stuttgart tersebut dinilai punya gaya bermain yang cocok dengan filosofi Liverpool.
Tak ketinggalan, Enzo Maresca juga masuk radar. Meski demikian, peluangnya dinilai kecil karena ia dikabarkan menjadi kandidat kuat penerus Pep Guardiola di Manchester City.
Kegagalan di Liga Champions dan inkonsistensi di liga domestik membuat posisi Arne Slot kian terpojok. Jika hasil buruk terus berlanjut, bukan tidak mungkin kursi kepelatihannya benar-benar goyah dalam waktu dekat.
Apakah manajemen Liverpool akan segera mengambil keputusan besar? Atau Slot masih diberi waktu? Yang jelas, suara “Slot Out” kini semakin sulit diabaikan.