
SERAYUNEWS-Suhu kawah di Gunung Slamet mengalami peningkatan pada Jumat (3/4/2026). Dilaporkan bahwa magma gunung tersebut sudah sangat dekat dengan permukaan/puncak. Oleh karena itu radius jarak pendakian dibatasi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga Revon Hapinindriat ketika dikonfirmasi, membenarkan hal tersebut. Disampaikan, pihaknya menerima informasi dari pengamat gunung api. “Terjadi peningkatan hembusan dan suhu kawah Gunung Slamet. Sehingga potensi erupsi cukup tinggi. Kami diminta melakukan langkah antisipasi,” ujarnya.
Disampaikan, langkah antisipasi penting dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Pihaknya mendapatkan informasi bahwa di Gunung Marapi, Sumatera Barat, gunung masih status level II (Waspada), himbauan kenaikan aktivitas sudah diinformasikan, namun pendakian masih dibuka hingga puncak, yang akhirnya erupsi dan mengakibatkan puluhan korban jiwa. “Jangan sampai terjadi di Gunung Slamet,” ujarnya.
Perbandingan, pada tahun 2024 suhu kawah Gunung Slamet berkisar 247 derajat Celcius dan tahun 2026 menjadi 411 derajat Celcius. Terdapat peningkatan suhu di bagian kawah Gunung Slamet. Ditambahkan, saat ini status Gunung Slamet masih level II. “Rekomendasi, masyarakat/pendaki/wisatawan tidak beraktivitas dalam radius bahaya sejauh 2 km dari puncak,” terangnya.
Pengelola Posko Pendakian Gunung Slamet di Dukuh Bambangan Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga Saiful Amri mengatakan pihaknya mendapatkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang. “Ada laporan terjadi kenaikan suhu kawah,” ujarnya.
Saat ini terdapat sekitar 400 pendaki yang naik melalui jalur Bambangan. Sesuai arahan, para pendaki tidak diperbolehkan berada di radius 2 km dari puncak. Pihaknya juga melakukan pemantauan.
Gunung api Slamet adalah gunungapi strato berbentuk kerucut dengan tinggi puncaknya 3432 mdpl. Secara administratif terletak dalam lima kabupaten, yaitu Kabupaten Pemalang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis berada pada posisi 7° 14.30′ LS dan 109° 12.30′ BT. Gunungapi Slamet dipantau secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunungapi (PPGA) yang berada di Desa Gambuhan, Gajah Nguling, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.