
SERAYUNEWS- Tradisi menitipkan doa kepada jemaah yang akan berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji atau umrah masih terus hidup di tengah masyarakat Muslim Indonesia.
Praktik ini kerap dilakukan oleh keluarga, kerabat, hingga sahabat yang berharap doa mereka dipanjatkan di tempat yang diyakini mustajab.
Fenomena ini bukan sekadar kebiasaan turun-temurun. Dalam ajaran Islam, menitipkan doa kepada orang yang sedang berhaji atau umrah memiliki dasar hukum yang jelas dan bahkan dianjurkan oleh para ulama.
Ibadah haji sendiri merupakan rukun Islam kelima yang wajib ditunaikan bagi umat Muslim yang mampu, baik secara fisik maupun finansial.
Momentum spiritual ini menjadikan jemaah haji berada dalam kondisi terbaik untuk berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Melansir berbagai sumber, berikut ulasan selengkapnya:
Para ulama sepakat bahwa hukum menitipkan doa kepada jamaah haji atau umrah adalah sunnah atau dianjurkan (mustahab). Hal ini karena jamaah haji sedang berada dalam perjalanan ibadah yang penuh keutamaan.
Salah satu ulama dari kalangan Mazhab Hanbali, Syekh Abu Bakr al-Ajurriy, menjelaskan bahwa mengantar orang yang berhaji sekaligus meminta doa darinya merupakan amalan yang dianjurkan.
Selain itu, terdapat riwayat yang menyebutkan bahwa jamaah haji memiliki keutamaan khusus, di antaranya:
· Doanya lebih mudah dikabulkan
· Dapat memberikan syafaat kepada keluarga
· Kembali dalam keadaan bersih dari dosa seperti bayi yang baru lahir
Tak hanya itu, dalam literatur fikih juga dijelaskan bahwa waktu untuk meminta doa kepada jamaah haji tidak terbatas saat mereka berada di Tanah Suci saja. Bahkan, dianjurkan hingga 40 hari setelah kepulangan mereka ke tanah air.
Sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW memperkuat anjuran ini. Di antaranya riwayat dari sahabat Abu Musa Al-Asy’ari yang menyebutkan bahwa orang yang berhaji dapat memberi syafaat kepada ratusan anggota keluarganya.
Dalam kitab klasik karya ulama Mazhab Syafi’i, juga dijelaskan bahwa jamaah haji dianjurkan untuk mendoakan orang lain, bahkan tanpa diminta. Sebaliknya, umat Muslim yang belum berhaji juga dianjurkan untuk meminta didoakan.
Hal ini menunjukkan kuatnya nilai solidaritas dan saling mendoakan dalam Islam.
Meski dianjurkan, tidak semua doa pantas untuk dititipkan. Islam menekankan agar doa yang disampaikan mengandung nilai kebaikan dan tidak bertentangan dengan syariat.
Berikut beberapa jenis doa yang umum dan dianjurkan:
· Doa Kesehatan dan Keselamatan
Permohonan perlindungan dari penyakit, musibah, dan marabahaya.
· Doa Rezeki dan Keberkahan
Harapan akan rezeki halal, kelancaran usaha, serta kehidupan yang penuh berkah.
· Doa Jodoh dan Keharmonisan Keluarga
Permohonan pasangan hidup yang baik serta keluarga yang sakinah.
· Doa Ampunan dan Kebaikan Akhirat
Memohon ampunan dosa serta keselamatan di akhirat.
· Doa untuk Umat Islam
Mendoakan kedamaian, kekuatan, dan perlindungan bagi umat Muslim di seluruh dunia.
Berikut beberapa contoh doa yang dapat dititipkan kepada jamaah haji:
· “Ya Allah, berikanlah kami rezeki yang halal, berkah, dan kehidupan yang lebih baik di dunia serta akhirat.”
· “Ya Allah, jadikanlah keluarga kami selalu beriman dan bertakwa kepada-Mu.”
· “Ya Allah, mudahkanlah langkahku untuk dapat menunaikan ibadah haji ke Baitullah.”
· “Ya Allah, pertemukan aku dengan jodoh yang saleh dan membimbingku menuju jalan-Mu.”
· “Ya Allah, ampunilah dosa kedua orang tuaku dan berikan mereka kesehatan serta keselamatan.”
· “Ya Allah, lapangkan rezekiku dan mudahkan segala urusanku.”
· “Ya Allah, karuniakan umur panjang yang penuh keberkahan bagi kami dan keluarga.”
Ada beberapa alasan kuat mengapa tradisi ini tetap dijaga hingga kini:
Tanah Suci sebagai Tempat Mustajab
Kota Makkah dan Madinah dikenal sebagai lokasi yang penuh keberkahan, di mana doa diyakini lebih mudah dikabulkan.
· Doa Diaminkan Malaikat
Dalam ajaran Islam, malaikat dipercaya turut mengaminkan doa-doa yang dipanjatkan, terutama di tempat suci.
· Pahala Berlipat Ganda
Setiap amal kebaikan selama haji dan umrah akan dilipatgandakan, termasuk mendoakan orang lain.
· Wujud Kepedulian Sosial
Titip doa mencerminkan kepedulian dan kebersamaan antar sesama Muslim.
Pemerintah telah merilis jadwal pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 sebagai berikut:
21 April 2026: Jamaah masuk asrama haji
22 April – 21 Mei 2026: Pemberangkatan jamaah ke Tanah Suci
26 Mei 2026: Wukuf di Arafah (puncak haji)
27 Mei 2026: Iduladha
1 – 30 Juni 2026: Pemulangan jamaah ke Indonesia
Momen ini menjadi waktu yang tepat bagi masyarakat untuk menitipkan doa kepada keluarga atau kerabat yang berangkat.
Menitipkan doa kepada jamaah haji atau umrah merupakan amalan yang dianjurkan dalam Islam. Selain memiliki dasar dalil yang kuat, tradisi ini juga mencerminkan nilai kebersamaan dan kepedulian antar sesama Muslim.
Dengan memahami hukum, jenis doa, serta waktu yang tepat, umat Islam dapat memaksimalkan kesempatan ini untuk memohon kebaikan dunia dan akhirat melalui perantara saudara yang sedang beribadah di Tanah Suci.